1. Setiap akan memulai suatu pekerjaan membaca
”BASMALLAH”.
2. Setiap selesai mengerjakan sesuatu pekerjaan membaca
”HAMDALLAH”.
3. Ketika terlanjur mengucapkan perkataan yang tidak ada
manfaatnya selalu membaca ”ISTIGFAR”.
4. Setiap ingin melakukan sesuatu, selalu mengucapkan
”INSYA ALLAH”.
5. Apabila ditimpa perbuatan yang tidak dikehendaki, selalu
membaca ”HAUQOLAH” (LAA HAULA WA LAA
QUWWATA ILLA BILAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM).
6. Ketika ditimpah suatu musibah selalu membaca
”TARJI’” (INNA LILLAHI WA INNA ILLAIHI
RAAJI’UUN).
7. Setiap hari, siang dan malam mulutnya tak lepas dari
membaca kalimat ”SYAHADAT”.
Minggu, 12 Januari 2014
TUJUH RUKUN SUJUD
1. KENING
Kening berada di tengah-tengah melambangkan lafadz
Asma Allah SWT. Dari sinilah cahaya Ilahiyah menjalar ke seluruh
tubuh saat sujud.
2. TELAPAK TANGAN KANAN
Telapak Tangan Kanan melambangkan kita dianjurkan untuk
mengerjakan perbuatan Ma’ruf dengan seikhas hati.
3. TELAPAK TANGAN KIRI
Telapak Tangan Kiri melambangkan kita dianjurkan untuk
meninggalkan perbuatan Mangkar dan perbuatan yang dibenci oleh
Allah SWT.
4. LUTUT KANAN DAN KIRI
Lutut Kanan dan Kiri melambangkan begitu sulitnya
menempuh perjalanan menuju Ridho Allah SWT yaitu Surga dan
berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya dan berusaha untuk tidak
terjerumus kedalam siksa api Neraka.
5. UJUNG TELAPAK KANAN DAN KIRI
Ujung Telapak Kanan dan Kiri melambangkan begitu sulitnya
menempuh perjalanan saat kita berjalan di jembatan Shiratal
Mustaqim yang di bawahnya api Neraka Jahanam.
Kening berada di tengah-tengah melambangkan lafadz
Asma Allah SWT. Dari sinilah cahaya Ilahiyah menjalar ke seluruh
tubuh saat sujud.
2. TELAPAK TANGAN KANAN
Telapak Tangan Kanan melambangkan kita dianjurkan untuk
mengerjakan perbuatan Ma’ruf dengan seikhas hati.
3. TELAPAK TANGAN KIRI
Telapak Tangan Kiri melambangkan kita dianjurkan untuk
meninggalkan perbuatan Mangkar dan perbuatan yang dibenci oleh
Allah SWT.
4. LUTUT KANAN DAN KIRI
Lutut Kanan dan Kiri melambangkan begitu sulitnya
menempuh perjalanan menuju Ridho Allah SWT yaitu Surga dan
berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya dan berusaha untuk tidak
terjerumus kedalam siksa api Neraka.
5. UJUNG TELAPAK KANAN DAN KIRI
Ujung Telapak Kanan dan Kiri melambangkan begitu sulitnya
menempuh perjalanan saat kita berjalan di jembatan Shiratal
Mustaqim yang di bawahnya api Neraka Jahanam.
TUJUH BELAS RAKA’AT SHALAT
1. EMPAT RAKA’AT SHALAT ISYA’
“Shalatlah ketika kamu berada di petang hari” (QS. Ar-Rum: 18).
2. DUA RAKA’AT SHALAT SUBUH
“Sesungguhnya Shalat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat)” (QS.
Al-Israa’: 78).
3. EMPAT RAKA’AT SHALAT DZUHUR
“Dan Shalatlah diwaktu kamu berada di waktu dzuhur” (QS. Ar-
Rum: 18).
4. EMPAT RAKA’AT SHALAT ASHAR
“Dan Shalatlah diwaktu cahaya masih putih cerah” (HR. Muslim).
5. TIGA RAKA’AT SHALAT MAGRIB
Shalat Magrib itu diwaktu ada Syafaq
“Syafaq itu mega merah” (HR. Daruqathni).
Bilangan dalam raka’at shalat yaitu 24434. Bilangan
tersebut dijumlahkan 2+4+4+3+4=17 raka’at. Jika bilangan 24434
dibagi 19 maka hasilnya adalah 1286. Bilangan 1286 dijumlahkan
1+2+8+6=17.
TUJUH BELAS RAMADHAN
Allah SWT menurunkan Al-Qur’anul Karim pada tanggal 17
Ramadhan hari Jum’at kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira’,
dengan bahasa Arab pedoman bagi seluruh manusia.

Al-Qur’an berisi 30 Juz, 114 Surat, 6226 Ayat, 74.437 Kata,
325.345 Huruf, lafadz Allah berjumlah 2.500 kali dan lafadz Rabb
berjumlah 1.000 kali. Diturunkan secara berangsur-angsur selama
22 Tahun 2 Bulan 22 Hari, dibagi dalam dua periode yaitu Mekkah
selama 12 Tahun 5 Bulan 13 Hari disebut ayat-ayat Makkiyyah dan
Madinah selama 9 Tahun 9 Bulan 9 Hari disebut ayat-ayat
Madaniyah. Berakhir pada saat Haji Wada’ Hari Jum’at 9 Dzulhijjah
(632 M bulan Maret).
Ramadhan hari Jum’at kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira’,
dengan bahasa Arab pedoman bagi seluruh manusia.
Al-Qur’an berisi 30 Juz, 114 Surat, 6226 Ayat, 74.437 Kata,
325.345 Huruf, lafadz Allah berjumlah 2.500 kali dan lafadz Rabb
berjumlah 1.000 kali. Diturunkan secara berangsur-angsur selama
22 Tahun 2 Bulan 22 Hari, dibagi dalam dua periode yaitu Mekkah
selama 12 Tahun 5 Bulan 13 Hari disebut ayat-ayat Makkiyyah dan
Madinah selama 9 Tahun 9 Bulan 9 Hari disebut ayat-ayat
Madaniyah. Berakhir pada saat Haji Wada’ Hari Jum’at 9 Dzulhijjah
(632 M bulan Maret).
TUJUH SURAT TERPANJANG DALAM AL- QUR’AN
1. QS. AL-BAQARAH
Al-Baqarah yang artinya Sapi Betina adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 286 ayat. Nama Baqarah berkenaan dengan cerita Bani
Israel dan Nabi Musa As.
2. QS. ALI ‘IMRAN
Ali ‘Imran yang artinya Keluarga ‘Imran adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 200 ayat. Nama ‘Imran berkenaan dengan cerita
Keluarga ‘Imran yaitu Nabi Isa As dan Siti Maryam.
3. QS. AN-NISA’
An-Nisa’ yang artinya Wanita adalah Surat yang termasuk
kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah
ayat; 176 ayat. Nama Nisa’ berkenaan dengan Hukum-hukum dan
Syari’at tentang wanita.
4. QS. AL-MA’IDAH
Al-Ma’idah yang artinya Hidangan adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 120 ayat. Nama Ma’idah berkenaan dengan Hukum-
hukum tentang makanan dan minuman, dan juga merupakan surat
terakhir kali turun.
5. QS. AL-AN’AM
Al-An’am yang artinya Binatang Ternak adalah Surat yang
termasuk kelompok Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah dan
sebagian ada ang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat; 165
ayat. Nama An’am berkenaan dengan manfaat binatang ternak,
surat ini diturunkan setelah Surat Al-Hijr.
6. QS. AL-A’RRAF
Al-A’rraf yang artinya Tempat Tertinggi antara Surga dan
Neraka adalah Surat yang termasuk kelompok Makkiyyah yang
diturunkan di Mekkah kecuali ayat 163-170 yang diturunkan di
Madinah dengan jumlah ayat; 206 ayat. Nama A’rraf berkenaan
dengan dialog antara penghuni Surga dan penghuni Neraka.
7. QS. AT-TAUBAH
At-Taubah yang artinya Pengampunan adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 129 ayat, pada tahun 9 Hijriyah. Hanya surat inilah di
awal suratnya tidak ada Lafadz Basmallahnya dan bagi yang
membacanya juga tidak diperbolehkan membaca Basmallah.
Al-Baqarah yang artinya Sapi Betina adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 286 ayat. Nama Baqarah berkenaan dengan cerita Bani
Israel dan Nabi Musa As.
2. QS. ALI ‘IMRAN
Ali ‘Imran yang artinya Keluarga ‘Imran adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 200 ayat. Nama ‘Imran berkenaan dengan cerita
Keluarga ‘Imran yaitu Nabi Isa As dan Siti Maryam.
3. QS. AN-NISA’
An-Nisa’ yang artinya Wanita adalah Surat yang termasuk
kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah
ayat; 176 ayat. Nama Nisa’ berkenaan dengan Hukum-hukum dan
Syari’at tentang wanita.
4. QS. AL-MA’IDAH
Al-Ma’idah yang artinya Hidangan adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 120 ayat. Nama Ma’idah berkenaan dengan Hukum-
hukum tentang makanan dan minuman, dan juga merupakan surat
terakhir kali turun.
5. QS. AL-AN’AM
Al-An’am yang artinya Binatang Ternak adalah Surat yang
termasuk kelompok Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah dan
sebagian ada ang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat; 165
ayat. Nama An’am berkenaan dengan manfaat binatang ternak,
surat ini diturunkan setelah Surat Al-Hijr.
6. QS. AL-A’RRAF
Al-A’rraf yang artinya Tempat Tertinggi antara Surga dan
Neraka adalah Surat yang termasuk kelompok Makkiyyah yang
diturunkan di Mekkah kecuali ayat 163-170 yang diturunkan di
Madinah dengan jumlah ayat; 206 ayat. Nama A’rraf berkenaan
dengan dialog antara penghuni Surga dan penghuni Neraka.
7. QS. AT-TAUBAH
At-Taubah yang artinya Pengampunan adalah Surat yang
termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan
jumlah ayat; 129 ayat, pada tahun 9 Hijriyah. Hanya surat inilah di
awal suratnya tidak ada Lafadz Basmallahnya dan bagi yang
membacanya juga tidak diperbolehkan membaca Basmallah.
TUJUH AYAT DALAM QS. AL-FATIHAH
(1) AYAT PERTAMA
“DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH…”
Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaklah dimulai dengan
mngucapkan kalimat Bamallah.
“…yang Maha Pengasih…”
Salah satu dari Asma Allah SWT yang memberikan
pengertian bahwa Allah SWT memberikan karunia-Nya kepada
semua makhluknya.
“…lagi Maha Penyanyang”
Memberi pengertian bahwa Allah SWT senantiasa bersifat
rahmat yang menyebabkan Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-
Nya kepada makhluk-Nya.
(2) AYAT KEDUA
“Segala Puji bagi Allah…”
Memuji Allah SWT berarti menyanjung-Nya karena
perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan bersyukur yang
berarti mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang
diberikan-Nya. Kita hadapkan segala Puji bagi Allah SWT adalah
sumber dari segala kebaikan.
“…Tuhan…”
Rabb berarti Tuhan yang ditaati yang memiliki, mendidik
dan memelihara. Lafadz Rabb tidak dapat dipakai selain untuk
Tuhan kecuali ada sambungannya, seperti Rabbul Bait (Tuan
Rumah).
“…semesta alam ”
Semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai-
bagai jenis dan macam, seperti; Manusia, Alam Hewan, Alam
Tumbuhan, Benda-benda Mati dan sebagainya. Allah SWT
menciptakan Alam-alam itu.
(3) AYAT KETIGA
“Yang Maha Pengasih…”
Allah SWT Maha Pemurah yaitu memberikan semua
karunia-Nya kepada semua makhluk pada saat di dunia, baik itu
Manusia, Hewan, Tumbuhan maupun makhluk yang lain dan
maupum yang dzalim ataupun yang taat kepada-Nya.
“…lagi Maha Penyanyang”
Allah SWT Maha Penyayang kepada siapa yang Dia
kehendaki nanti di Akhirat kelak. Apakah termasuk kedalam
golongan yang mendapat ridho Allah SWT yaitu Surga ataukan
termasuk golongan yang mendapat murka Allah SWT yaitu Neraka.
(4) AYAT KEEMPAT
“Yang menguasai…”
Lafadz “Malik” yang memanjangkan “Mim” berarti
Pemimpin (yang memilikinya). Dapat pula dibaca Malik yang
memendekan “Mim” berarti Raja.
“…Hari Pembalasan”
Hari di waktu itu masing-masing manusia menerima balasan
amalnya baik itu amal baik maupun amal buruk. Yaumiddin disebut
juga Yaumul Qiyaamah, Yaumul Hisab, Yaumul Jazaa’ dan lain-lain.
(5) AYAT KELIMA
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah…”
Lafadz “Na’budu” diambil dari kata ‘Ibadat yaitu kepatuhan
dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesara
Allah SWT sebagai Tuhan yang disembah karena berkeyakinan
bahwa Allah SWT mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
“…dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (5)”
Lafadz “Nasta’iin” (minta pertolongan) diambil dari kata
Isti’aanah yaitu mengharap bantuan untuk dapat menyelesaikan
pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.
(6) AYAT KEENAM
“Tunjukilah kami jalan yang lurus ”
Lafadh “Ihdina” (tunjukilah kami) diambil dari kata Hidayah
yaitu memberi petunjuk kesuatu jalan yang benar. Jalan yang lurus
maksudnya jalan yang benar, agama yang benar dan aqidah yang
benar. Islam yaitu sejahterah, berserah diri kepada Allah SWT.
(7) AYAT KETUJUH
“(Yaitu) jalan yang Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka,
bukan (jalan) yang mereka murkai dan bukan (pula jalan) mereka
yang sesat”
Yang dimaksud mereka yang dimurkai dan mereka yang
sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran islam.
“DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH…”
Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaklah dimulai dengan
mngucapkan kalimat Bamallah.
“…yang Maha Pengasih…”
Salah satu dari Asma Allah SWT yang memberikan
pengertian bahwa Allah SWT memberikan karunia-Nya kepada
semua makhluknya.
“…lagi Maha Penyanyang”
Memberi pengertian bahwa Allah SWT senantiasa bersifat
rahmat yang menyebabkan Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-
Nya kepada makhluk-Nya.
(2) AYAT KEDUA
“Segala Puji bagi Allah…”
Memuji Allah SWT berarti menyanjung-Nya karena
perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan bersyukur yang
berarti mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang
diberikan-Nya. Kita hadapkan segala Puji bagi Allah SWT adalah
sumber dari segala kebaikan.
“…Tuhan…”
Rabb berarti Tuhan yang ditaati yang memiliki, mendidik
dan memelihara. Lafadz Rabb tidak dapat dipakai selain untuk
Tuhan kecuali ada sambungannya, seperti Rabbul Bait (Tuan
Rumah).
“…semesta alam ”
Semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai-
bagai jenis dan macam, seperti; Manusia, Alam Hewan, Alam
Tumbuhan, Benda-benda Mati dan sebagainya. Allah SWT
menciptakan Alam-alam itu.
(3) AYAT KETIGA
“Yang Maha Pengasih…”
Allah SWT Maha Pemurah yaitu memberikan semua
karunia-Nya kepada semua makhluk pada saat di dunia, baik itu
Manusia, Hewan, Tumbuhan maupun makhluk yang lain dan
maupum yang dzalim ataupun yang taat kepada-Nya.
“…lagi Maha Penyanyang”
Allah SWT Maha Penyayang kepada siapa yang Dia
kehendaki nanti di Akhirat kelak. Apakah termasuk kedalam
golongan yang mendapat ridho Allah SWT yaitu Surga ataukan
termasuk golongan yang mendapat murka Allah SWT yaitu Neraka.
(4) AYAT KEEMPAT
“Yang menguasai…”
Lafadz “Malik” yang memanjangkan “Mim” berarti
Pemimpin (yang memilikinya). Dapat pula dibaca Malik yang
memendekan “Mim” berarti Raja.
“…Hari Pembalasan”
Hari di waktu itu masing-masing manusia menerima balasan
amalnya baik itu amal baik maupun amal buruk. Yaumiddin disebut
juga Yaumul Qiyaamah, Yaumul Hisab, Yaumul Jazaa’ dan lain-lain.
(5) AYAT KELIMA
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah…”
Lafadz “Na’budu” diambil dari kata ‘Ibadat yaitu kepatuhan
dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesara
Allah SWT sebagai Tuhan yang disembah karena berkeyakinan
bahwa Allah SWT mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
“…dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (5)”
Lafadz “Nasta’iin” (minta pertolongan) diambil dari kata
Isti’aanah yaitu mengharap bantuan untuk dapat menyelesaikan
pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.
(6) AYAT KEENAM
“Tunjukilah kami jalan yang lurus ”
Lafadh “Ihdina” (tunjukilah kami) diambil dari kata Hidayah
yaitu memberi petunjuk kesuatu jalan yang benar. Jalan yang lurus
maksudnya jalan yang benar, agama yang benar dan aqidah yang
benar. Islam yaitu sejahterah, berserah diri kepada Allah SWT.
(7) AYAT KETUJUH
“(Yaitu) jalan yang Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka,
bukan (jalan) yang mereka murkai dan bukan (pula jalan) mereka
yang sesat”
Yang dimaksud mereka yang dimurkai dan mereka yang
sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran islam.
Langganan:
Postingan (Atom)